Health Education – Selamatkan Jantung, Selamatkan Nyawa

Selamatkan Jantung, Selamatkan Nyawa

Featuring Dr Paul Chiam

By Zainul Abdi Masution

Published on MedanBisnis on Minggu, 5 April 2015

 

Jantung merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Seseorang dapat tetap bertahan hidup jika jantungnya masih bekerja dengan baik. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia seseorang, tubuh pun akan mengalami perubahan. Dan perubahan itu dapat memengaruhi kinerja jantung.

Aortic valve stenosis, atau penyempitan pada katup aorta. Penyempitan itu adalah sebuah kondisi jantung yang dapat terjadi akibat penumpukan kalsium di katup aorta, yang membuat katup menebal dan mengeras sehingga menghambat aliran darah ke seluruh tubuh, memaksa jantung bekerja lebih keras dan pada akhirnya menyebabkan nyeri dada atau sesak napas.

Gejala ini biasanya baru mulai nampak pada usia 65 tahun ke atas, mengingat penumpukan kalsium di katup aorta membutuhkan waktu yang lama. Pada penderita berusia muda, biasanya penyakit ini disebabkan oleh kelainan bawaan.

Selama puluhan tahun, penggantian katup aorta dengan pembedahan terbuka (open aortic valve replacement) dilakukan sebagai solusi kasus penyempitan yang parah. Beberapa tahun belakangan ini, untuk menangani kasus stenosis aorta, dilakukan penanaman katup aorta transkateter (transcatheter aortic valve implantation/TAVI). Penanganan itu sebuah prosedur penggantian katup aorta non-invasif dan tidak membutuhkan pembedahan jantung terbuka. Saat ini telah hadir generasi kedua dari prosedur penanaman katup tersebut yang dapat meningkatkan akurasi dan tingkat keselamatan.

Sekitar 20-30 persen pasien yang menggunakan katup generasi pertama mengalami kebocoran tertentu setelah prosedur dilakukan, karena posisi katup yang ditanamkan tidak sempurna,” kata Dr Paul Chiam, ahli jantung dari Mount Elizabeth Hospital Singapura.

Jadi, dengan katup generasi kedua ini, posisi katup yang ditanamkan dapat disesuaikan. Hal ini dilakukan dengan mengambil kembali katup tersebut saat prosedur dijalankan untuk mendapatkan posisi yang paling sempurna. Dengan ini kemungkinan kebocoran katup dapat berkurang.”

Dr Chiam adalah dokter pertama di Asia yang telah berhasil melakukan prosedur-prosedur TAVI dengan menggunakan katup generasi kedua, yaitu pada Januari 2015 lalu di Mount Elizabeth Hospital Singapura. Katup baru yang canggih itu bermerek Medtronic CoreValve Evolut R dan Boston Lotus adalah katup pertama yang dapat direposisi dan dilepas kembali yang digunakan di Asia. Katup baru tersebut juga dilengkapi dengan segel di bagian luarnya untuk mengurangi kebocoran, sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik dan tahan lebih lama.

Seorang pria berusia 80 tahun dari Filipina menjadi pasian pertama di Asia yang mendapatkan katup CoreValve Evolut R. Sementara, seorang wanita Indonesia berusia 85 tahun mendapatkan katup Boston Lotus. Kedua pasien tersebut sudah diizinkan pulang berturut-turut tiga dan lima hari setelah menjalani prosedur TAVR/TAVI. Katup generasi kedua ini selain menawarkan alternatif penanganan.

TAVR/TAVI, juga dapat membuat prosedurnya menjadi lebih akurat dan aman. Mount Elizabeth Hospital Singapura telah memulai program TAVR/TAVI pada Juli 2014 untuk menangani pasien yang mengalami stenosis katup aorta yang parah tanpa harus melakukan bedah jantung terbuka. Akan tetapi, walaupun menawarkan prosedur yang lebih aman dan efektif, pada awalnya katup jantung transkateter tidak dapat diubah ulang posisinya atau dilepas kembali apabila dipasang pada posisi yang kurang optimal. Sebelum kehadiran teknologi baru ini, tim medis hanya memiliki satu kesempatan saja untuk memasang katup secara optimal.